Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Tetap Tenang, Karena Buru-Buru Berasal Dari Setan

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita terburu-buru, tergesa-gesa, dan terburu nafsu untuk menyelesaikan sesuatu dengan cepat. Namun, dalam ajaran Islam, keadaan terburu-buru sering dikaitkan dengan pengaruh setan. Terburu-buru bisa membawa dampak negatif pada kualitas tindakan dan dapat menghalangi seseorang untuk berpikir dengan jernih dan tenang.

Konsep ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang disampaikan dalam sebuah hadis, “Sesungguhnya setan berada di antara ujung-ujung rambut dan kulit, ketika seseorang terburu-buru, maka setan menjadi sangat senang dengannya.” (HR. At-Tirmidzi)

Jika kita merenungkan pesan dalam hadis tersebut, ada beberapa alasan mengapa terburu-buru dapat dikaitkan dengan pengaruh setan dalam pandangan Islam:

  1. Membuat Kesalahan: Terburu-buru sering kali mengakibatkan kesalahan. Ketika seseorang terburu-buru, kehati-hatian dan kejelian dalam bertindak seringkali terabaikan. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
  2. Hindari Kualitas: Ketika seseorang tergesa-gesa, kualitas dalam melakukan suatu tugas atau perbuatan seringkali terganggu. Misalnya, dalam beribadah, kesibukan dan tergesa-gesa dapat mengurangi kualitas dalam menjalankan perintah Allah SWT.
  3. Stres dan Kecemasan: Terburu-buru dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang berkepanjangan. Hal ini dapat merugikan kesehatan mental dan fisik seseorang.

Dalam Islam, kesabaran, ketenangan, dan kehati-hatian dianggap sebagai sifat-sifat yang mulia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an (3:200), “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”

Bagaimana kita dapat melawan pengaruh terburu-buru yang sering kali digerakkan oleh setan? Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Menyadari Dampak Buru-buru: Penting untuk menyadari dampak negatif dari terburu-buru dalam kehidupan sehari-hari. Mengenali bahwa terburu-buru dapat membawa masalah dan kesalahan akan membantu seseorang untuk menyeimbangkan kecepatan dengan kualitas.
  2. Melatih Kesabaran: Melatih diri untuk bersabar dalam setiap tindakan yang dijalani. Mengetahui bahwa kesabaran membawa berkah dan kualitas yang lebih baik dalam setiap perbuatan.
  3. Beristirahat dan Merenung: Mengambil waktu untuk beristirahat, merenung, dan menenangkan diri dapat membantu melawan terburu-buru. Berdoa, meditasi, atau berzikir juga merupakan cara yang baik untuk menenangkan pikiran dan hati.

Islam mengajarkan bahwa kehidupan yang baik adalah kehidupan yang seimbang antara kesigapan dalam bertindak dan kehati-hatian dalam berpikir. Dalam menghadapi terburu-buru, penting untuk mengambil langkah-langkah yang mendukung ketenangan, kesabaran, dan kualitas dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, seseorang dapat memperoleh berkah serta keberkahan dalam setiap langkah yang diambilnya.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Hikmah

Ibrahim bin Adham, seorang tokoh sufi yang terkenal dalam sejarah Islam, dikenal dengan nasihat-nasihatnya yang tajam dan mendalam. Nasihat-nasihatnya tidak hanya mengingatkan kita tentang...

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...