Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sirah

Kisah Abu Bakar Gantikan Rasulullah SAW Jadi Imam Shalat

Dalam suatu peristiwa yang diisahkan oleh Aisyah, terungkap bagaimana Rasulullah mengalami sakit yang cukup parah. Saat itu, dalam keadaan yang rapuh, beliau bertanya kepada Aisyah apakah para sahabat sudah menunaikan shalat. Aisyah menjawab bahwa mereka masih menunggu beliau untuk melaksanakan shalat bersama. Mendengar hal itu, Rasulullah meminta agar air dibawa kepadanya, yang kemudian segera dipenuhi permintaannya.

Beliau mandi, namun ketika hendak pergi untuk shalat, beliau terjatuh dan pingsan. Setelah sadar, beliau kembali bertanya apakah para sahabat sudah melaksanakan shalat. Namun, jawaban yang sama terulang bahwa mereka masih menunggu beliau.

Kejadian ini berulang sebanyak tiga kali, di mana setiap kali Rasulullah sadar, beliau mandi. Sementara itu, para sahabat tetap berada di masjid dalam keadaan i’tikaf, menantikan Nabi untuk menjalankan shalat Isya secara berjamaah.

Rasulullah kemudian mengutus seseorang kepada Abu Bakar agar ia memimpin shalat bersama para sahabat. Ketika utusan tersebut datang kepada Abu Bakar, dengan rendah hati Abu Bakar menawarkan kepada Umar untuk menjadi imam. Namun, Umar dengan tulus menyerahkan hak itu kepada Abu Bakar.

Abu Bakar pun memimpin shalat berjamaah selama Rasulullah dalam keadaan sakit. Namun, ketika Nabi merasa sedikit membaik, beliau pergi ke masjid didampingi dua sahabat, termasuk Abbas, untuk melaksanakan shalat Dzuhur. Saat itu, Abu Bakar sedang menjadi imam shalat.

Melihat kehadiran Rasulullah, Abu Bakar hendak mundur sebagai imam. Namun, Nabi meminta agar beliau duduk di sebelah Abu Bakar. Dengan penuh kesabaran, kedua sahabat itu pun mendudukkan Rasulullah di sebelah Abu Bakar. Maka, Abu Bakar mengikuti shalat Rasulullah, sementara para sahabat mengikuti shalat yang dipimpin oleh Abu Bakar. Pada kesempatan tersebut, Rasulullah melaksanakan shalat dalam keadaan duduk. (Muttafaqun Alaih)

Artikel ini menggambarkan momen yang memperlihatkan kesabaran, kepedulian, serta sikap rendah hati dari Rasulullah dan para sahabat dalam menjaga keteraturan ibadah meskipun dalam kondisi yang sulit. Hal ini menjadi teladan tentang pentingnya menjalankan kewajiban agama dengan kesabaran dan kepedulian terhadap sesama.

Emilia Rahmah
Written By

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Hikmah

Ibrahim bin Adham, seorang tokoh sufi yang terkenal dalam sejarah Islam, dikenal dengan nasihat-nasihatnya yang tajam dan mendalam. Nasihat-nasihatnya tidak hanya mengingatkan kita tentang...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...