Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hikmah

Akibat Tidak Bisa Menjaga Lisan

Lisan merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Namun, seringkali, penggunaan lisan yang tidak terkendali dapat membawa dampak yang sangat buruk, baik bagi individu maupun masyarakat. Ajaran Islam memberikan penekanan yang besar pada pentingnya menjaga lisan dan berbicara dengan etika yang baik. Tidak mampu menjaga lisan dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius.

Perspektif Islam tentang Penjagaan Lisan

Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW menggarisbawahi pentingnya menjaga lisan. Surah Al-Baqarah ayat 283 menyatakan, “Dan janganlah kamu mengatakan apa yang tidak kamu ketahui dengan benar sebagai kebenaran.” Ini menekankan pentingnya kejujuran dalam berbicara. Hadis Nabi juga menyoroti pentingnya menjaga lisan, “Barangsiapa yang menjamin apa yang ada di antara dua rahangnya (lidahnya) dan apa yang ada di antara kedua pahanya (selangkangannya), maka aku menjamin masuk Surga baginya” (HR. Bukhari).

Akibat Buruk Tidak Menjaga Lisan Menurut Islam

1. Pencemaran Reputasi dan Keretakan Hubungan:

Tidak menjaga lisan dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk pencemaran reputasi dan keretakan hubungan sosial. Ucapan yang kasar, ghibah (menggunjing), atau kata-kata yang merendahkan dapat merusak reputasi seseorang dan memecah belah hubungan antar sesama.

2. Ketidakpercayaan dan Kehilangan Kepercayaan:

Ketidakmampuan menjaga lisan dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan dari orang lain. Jika seseorang sering kali tidak menjaga rahasia atau menyebarkan informasi yang tidak benar, maka kepercayaan orang terhadapnya akan berkurang.

3. Pertengkaran dan Konflik:

Kata-kata yang tidak terkendali dapat memicu pertengkaran dan konflik antar individu atau komunitas. Dalam ajaran Islam, menciptakan kedamaian dan menyelesaikan konflik dengan cara yang baik sangat ditekankan.

4. Dosa dan Pertanggungjawaban di Akhirat:

Tidak mampu menjaga lisan juga berpotensi membawa dosa di hadapan Allah SWT. Setiap ucapan yang menyakiti, memfitnah, atau berbohong akan menjadi pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Pentingnya Mengendalikan Lisan Menurut Islam

Islam mengajarkan agar manusia berhati-hati dalam menggunakan lisan. Berbicara sesuai dengan kebenaran, berkata baik, dan menjauhi ucapan yang merugikan adalah bagian penting dari ibadah. Memiliki kendali atas lisan merupakan tanda kedewasaan spiritual dan keberhasilan dalam menjalani kehidupan.

Cara Memperbaiki Penggunaan Lisan Menurut Ajaran Islam

1. Muhasabah (introspeksi diri):

Memeriksa kembali kata-kata yang telah terucap adalah langkah pertama dalam memperbaiki penggunaan lisan. Sebelum berbicara, penting untuk mempertimbangkan dampak dan manfaat dari apa yang akan diucapkan.

2. Berdzikir dan Berdoa:

Membiasakan diri untuk berdzikir dan berdoa agar diberikan kekuatan dalam menjaga lisan adalah cara yang dianjurkan oleh Islam. Memohon perlindungan Allah agar lisan selalu dalam kontrol adalah langkah penting.

Advertisement. Scroll to continue reading.

3. Belajar dari Ajaran Islam:

Mendalami ajaran Islam melalui Al-Qur’an dan Hadis adalah cara terbaik untuk memahami nilai-nilai etika berbicara yang diajarkan dalam agama. Mengambil contoh dari Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam berbicara adalah cara terbaik untuk memperbaiki lisan.

Kesimpulan

Menjaga lisan adalah bagian penting dari prinsip-prinsip Islam yang dapat memberikan dampak yang besar pada kehidupan individu dan masyarakat. Tidak mampu menjaga lisan dapat membawa dampak negatif yang serius, oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk berusaha keras dalam mengendalikan dan mengarahkan lisan sesuai dengan ajaran Islam, untuk mencapai kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Opini

RUANGSUJUD.COMĀ – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kajian

Tayamum adalah salah satu bentuk bersuci dalam agama Islam yang dilakukan ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan untuk membersihkan diri. Berikut adalah...