Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sirah

Kisah Umar Bin Khattab Tolak Tunggangan Unta

Kisah seorang pemimpin yang bermoral tinggi selalu memikat hati dan memberikan inspirasi kepada banyak orang. Salah satu kisah yang menggambarkan kepemimpinan moral yang luar biasa adalah kisah perjalanan Umar bin Khattab ke suatu daerah. Meskipun perjalanan ini tampak biasa, namun ada pesan moral yang mendalam yang dapat kita ambil dari pengalamannya.

Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab memiliki jadwal untuk mengurus urusan negara di suatu daerah yang cukup jauh. Ia segera bergegas untuk menyewa dua ekor unta untuk perjalanan tersebut. Bersama seorang sahabat, Umar memulai perjalanan yang panjang dan melelahkan di bawah terik matahari Persia yang membara.

Perjalanan mereka tidak hanya panjang tetapi juga penuh dengan tantangan. Unta yang disewa dalam kondisi sangat baik, namun mereka tetap berusaha memilih jalur yang teduh agar unta-unta tersebut tetap segar di bawah terik matahari. Tidak sengaja, selendang Umar tersangkut pada sebuah ranting pohon, tetapi mereka terus melanjutkan perjalanan tanpa menyadari kehilangan itu.

Ketika Umar akhirnya menyadari kehilangan selendangnya, ia mengerti bahwa kemungkinan selendang itu tersangkut di ranting pohon tadi. Meskipun sahabatnya menyarankan untuk melanjutkan perjalanan tanpa mengambil selendang tersebut, Umar memutuskan untuk kembali mencarinya.

Umar berjalan jauh, melewati jalan-jalan panas dan gurun yang membakar. Ketika ia akhirnya menemukan selendangnya, ia merasa lega tetapi juga merasa kelelahan karena perjalanan panjangnya. Setelah mengambil selendang dengan hati-hati, Umar kembali ke sahabatnya yang menunggu dengan sabar.

Sahabatnya heran mengapa Umar harus bersusah payah mencari selendangnya sendiri, padahal mereka memiliki unta untuk perjalanan. Umar dengan bijaksana menjelaskan bahwa mereka hanya menyewa unta untuk perjalanan dari Persia ke tujuan mereka, bukan untuk kembali mengambil selendang yang terjebak jauh di ranting pohon.

Pesan moral yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah tentang integritas dan moralitas Umar bin Khattab. Meskipun ia bisa saja kembali tanpa selendangnya dan sahabatnya tidak akan pernah tahu, Umar tetap mematuhi kesepakatan yang telah dibuat. Ia tahu bahwa Allah selalu melihat perbuatannya dan bahwa melanggar janji adalah tindakan yang tidak bisa diterima.

Kisah ini mengingatkan kita pentingnya memegang teguh prinsip-prinsip moral dan integritas dalam hidup kita. Terlepas dari situasi atau keuntungan pribadi, menjaga janji dan mematuhi nilai-nilai moral adalah tindakan yang sangat dihargai dan akan membawa berkah dalam hidup kita. Seperti Umar bin Khattab, mari kita selalu ingat bahwa Allah selalu melihat perbuatan kita, dan itu adalah dorongan besar untuk berperilaku dengan baik dan bermoral tinggi dalam setiap aspek kehidupan kita.

Intan Jahni
Written By

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COM – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...