Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kabar

Arab Saudi Atur Pakaian Umroh Bagi Perempuan

Pengamat Haji dan Umroh Indonesia, Ade Marfuddin, memberikan tanggapannya terhadap kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi terkait aturan berpakaian bagi wanita Muslim yang melakukan umroh atau ziarah di Masjidil Haram, Makkah. Ade Marfuddin menyatakan bahwa aturan tersebut adalah langkah yang baik dan harus diikuti oleh jamaah umroh wanita. Ia menganggap bahwa umroh dan haji adalah otoritas negara Arab Saudi yang melayani jamaah umroh dan haji, sehingga standar yang ditetapkan oleh negara tersebut harus dihormati oleh semua negara yang mengirimkan jamaah.

Ade Marfuddin menjelaskan, “Apalagi (aturan pakaiannya) ini (untuk) di tempat sakral, tujuannya untuk ibadah, sehingga aturan pakaian (umroh dari Arab Saudi) saya sepakat untuk diberikan sebuah indikator, sebuah ketentuan, sehingga tidak merusak pemandangan.” Ia menekankan bahwa aturan berpakaian yang baik dan sopan yang ditetapkan oleh Arab Saudi juga merupakan bentuk moderasi beragama dalam berpakaian, yang juga bertujuan untuk menghargai orang lain.

Selain itu, Ade Marfuddin memandang bahwa aturan ini juga memiliki dampak positif dalam mengurangi maksiat kepada orang lain yang melihat. Salah satu aspek aturan pakaian wanita umroh yang dianggap penting adalah keleluasaan pakaian, baik dari segi estetika maupun kenyamanan saat digunakan. Pakaian yang longgar juga dinilainya baik untuk kesehatan. Selain itu, warna pakaian juga harus dipilih dengan bijak, mencerminkan kesadaran seorang hamba yang sedang beribadah dan ziarah dengan tunduk kepada Allah.

Ade Marfuddin menuturkan, “Tentu tidak sopan kita sedang tawaf dan sedang ada di Masjidil Haram memakai kaos atau memakai pakaian yang tidak sedap dipandang, manusia saja tidak sedap, apalagi Allah.” Ia mengingatkan bahwa Allah menyukai keindahan dan kebersihan, dan Rasulullah Muhammad SAW juga telah mencontohkannya. Selain itu, Alquran juga telah memerintahkan agar ketika masuk ke dalam masjid, seseorang harus berpakaian dengan rapi dan indah.

Ade Marfuddin menyimpulkan bahwa ia setuju dengan kebijakan Arab Saudi yang mengatur pakaian umroh bagi wanita. Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umroh Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa jamaah wanita memiliki kebebasan dalam memilih pakaian mereka selama ibadah, dengan syarat bahwa pakaian tersebut harus lebar, longgar, tidak memiliki elemen dekoratif, dan menutupi seluruh tubuh.

Robby Karman
Written By

Penulis, Peminat Kajian Sosial dan Keagamaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Kajian

KITA TAHU negara muslim atau negara dengan mayoritas penduduk muslim saat ini rata-rata tertinggal dari negara-negara dari negara Eropa atau Asia Timur. Hal ini...

Kajian

Metode tafsir maudhu’i, juga dikenal sebagai metode tematik, adalah cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran yang memiliki maksud yang sama, membahas topik yang sama, dan menyusunnya...

Kabar

RUANGSUJUD.COM – Nama Nupur Sharma mendadak menjadi perbincangan publik. Pernyataan petinggi partai penguasa, Bharatya Janata Party (BJP) membuat kontroversi. Dalam sebuah debat di media Times Now, Sharma...

Opini

RUANGSUJUD.COM – Bagi kita semua kata taqwa tentu sudah bukan menjadi suatu yang asing, kata yang berasal dari Bahasa arab ini sudah melebur dalam tradisi...