Waktu Sahar dan Keutamaannya

Waktu Sahar dan Keutamaannya
Ilustrasi foto/Net

TAHUKAH anda bahwa di bulan Ramadhan ada waktu yang Allah isyaratkan sebagai waktu yang sangat penting dan istimewa. Waktu tersebut adalah waktu sahar, yang karena keistimewaannya, Allah dalam al-Qur’an bersumpah dengan waktu sahar.

Kenapa waktu tersebut begitu istimewa dan menjadi waktu paling makbul apabila hamba-Nya bersimpuh dan menengadahkan tangan untuk memohon kebaikan untuk dirinya. Karena Allah sendir telah mengisyaratkan bila di waktu tersebut Allah turun dari langit untuk mendengar permintaan makhluknya.

Nabi sendiri membagi waktu di bulan Ramadhan menjadi 3 waktu, yaitu: 1 waktu siang dan 2 waktu malam. Waktu siang dimulai sesaat setelah selesai shalat subuh hingga menjelang buka puasa. Kemudian waktu malam antara shalat Isya sampai menjelang sahur. Sementara waktu malam yang kedua adalah waktu sahar, yaitu sekitar 30 menit menjelang sahur.

Apa yang dimaksud dengan waktu diantara akhir malam menjelang fajar terbit yang diperkirakan memakan waktu 30 menit, itulah yang biasa digunakan sebagai waktu untuk sahur. Al-Qur’an menyebut waktu itu sebagai waktu sahar. Al-Qur’an menyebut waktu itu sebanyak dua kali yaitu di dalam surat Ali Imron ayat 17 yang artinya “orang-orang sabar, orang-orang benar, orang-orang taat, orang-orang yang menginfakan hartanya, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar. Dan surat Adzariyat ayat 18, yaitu “dan pada akhir malam menjelang terbit fajar mereka memohon ampunan kepada Allah Swt.”

Mengenai waktu sahar itu Nabi saw. memerintahkan umat Islam untuk menyegerakan aktivitas sahur dalam sebuah hadist yang sangat terkenal yaitu: “bersegeralah melaksanakan sahur, karena dalam sahur itu ada keberkahan.“

Selain aktivitas sahur mengacu kepada 2 ayat al-Qur’an aktivitas memohon ampunan menjadi bagian yang sangat penting dan tentu tidak hanya kita sendiri tapi seluruh dari kita. Bagi suami istri manfaatkan untuk saling memaafkan dengan sejenak merenung mengenai kesalahan yang telah dilakukan, bisa jadi karena masing-masing sangat egoistis sehingga terjadi gesekan diantara mereka. Demikian juga yang memiliki keturunan, mari kita dorong anak-anak kita untuk juga bisa memohon maaf untuk ayah dan bundanya.

[Mrf]