Tugas Gemilang Mushab Ibn Umair Mengislamkan Penduduk Madinah

Tugas Gemilang Mushab Ibn Umair Mengislamkan Penduduk Madinah
Ilustrasi foto/Net

KECERDASAN Mush’ab ibn Umair memang tidak perlu diragukan, karena itulah sangat tepat apabila Nabi Muhammad saw. menugaskan Mush’ab untuk menjadi utusan umat Islam ke masyarakat Yastrib, Madinah, mensyiarkan Islam. Dengan keteguhan hati dan keshalihan, Mush’ab bisa menjalankan tugas dengan baik.

Pada saat awal beliau tiba di Yastrib yang memeluk Islam baru 12 belas orang yang sebelumnya berbaiat di bukit Aqobah. Dengan kesopanan dan kebaikan akhlaq yang ditunjukan Mush’ab ibn Umair, tidak sedikit warga Madinah pun memeluk Islam.

Namun demikian Mush’ab pernah menghadapi beberapa peristiwa yang mengancam keselamatan dirinya dan sahabatnya, tetapi dengan kecerdasan akal dan kebesaran jiwanya Mush’ab dapat mengatasinya.

Suatu hari ketika Mush’ab sedang menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk Yastrib, tiba-tiba ia disergap oleh seorang pemimpin Qobilah Aus, Usaid ibn Al-Hudhair. Dengan todongan belati yang mengancam jiwanya dari Usaid tetapi dengan kesabaran dan ketenangan Mush’ab menyampaikan kata-kata yang meluluhkan hati Usaid. ”Mengapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu?, seandainya anda menyukai, anda dapat menerimanya. Sebalikya, jika tidak, kami akan menghentikan apa yang kamu benci.”

Usaid pun mengikuti saran Mush’ab lalu melemparkan belatinya dan mendengarkan ayat-ayat suci al-Qur’an yang dibacakan Mush’ab, Usaid pun mendengar dengan seksama dan akhirnya Allah membukakan hatinya dan Usaid akhirnya mengucapkan kalimah syahadah.

Masuknya Usaid ibn Hudhair menjadi pintu masuk Islamnya beberapa pemimpin Qobilah diantaranya Sa’ad ibn Ubadah, Sa’ad ibn Mu’adz.

Dengan masuknya tokoh-tokoh Yastrib maka berrbondong–berbondong lah seluruh penduduk Yatrib masuk Islam.

Demikian Mush’ab ibn Umair duta Rasulullah yang pertama ke Madinah telah melaksanakan tugasanya dengan baik. Sehingga masyarakat Madinah sudah masuk Islam sebelum Rasululah hijrah ke Madinah.

[Mrf]