Syarat Kemenangan Dakwah

Syarat Kemenangan Dakwah
Ilustrasi foto/Net

DAKWAH akan selamanya ada sampai akhir dunia ini. Keberadaan dakwah merupakan suatu keniscayaan yang akan senantiasa hadir untuk menjaga risalah Islam agar tetap ada di muka bumi ini. Dakwah menjadi misi setiap Nabi dan Rasul yang Allah Swt. telah mengutusnya di muka bumi ini. Tugas dakwah akan senantiasa diemban oleh hamba-Nya yang terpilih, yang niscayanya menjadi tugas setiap Muslim. Karena dakwah ini akan senantiasa hadir, dengan kontribusi kita atau tanpa kontribusi kita sekalipun.

Setidaknya ada tiga syarat kemenangan dakwah. Pertama, Tsabat (teguh hati). Berteguh hati bisa dimaknai sebagai membulatkan tekad. Menyuburkan niat yang telah diikrarkan di awal dakwah. Ia harus senantiasa dilakukan agar dakwah tidak kehilangan orientasinya. Langkah ini, mirip dengan pupuk bagi sebuah tanaman. Berteguh hati diperlukan agar tanaman niat itu makin subur sehingga menemukan momentum kemenangannya.

Sebagaimana dikisahkan tentara Thalut tidak meminta agar diberi kemenangan secera langsung untuk melawan sang penguasa, Jhalut. Melainkan yang mereka minta adalah kesabaran dan keteguhan hati. Ini merupakan bentuk ketidakberdayaan sekaligus kepasrahan  hamba kepada Penciptanya. Yang akan membawa mereka kepada kesuksesan yang gemilang.

Kedua, Ikhtiar disertai tawakal kepada Allah. Kemenangan dakwah niscayanya harus diperjuangkan. Karena tidak mungkin dakwah ini akan tetap hadir, tanpa ada barisan yang kokoh yang senantiasa menjaga dan menguatkannya. Setelah menyempurnakan ikhtiar, kita harus iringi dengan sikap tawaka. Tawakal bermakna menyerahkan hasil kepada Allah setelah kita berdarah-darah dalam berjuang. Ia bukan pasif, melainkan sikap aktif seorang pejuang dakwah dalam setiap tindakan. Maka, tawakal yang benar dilakukan setelah berusaha. Tawakal merupakan kesadaran tertinggi akan ke-Maha Kuasaan Allah atas segala keputusan dan ketetapan takdir-Nya.

Ketiga, Hindari perselisihan. Seorang pemimpin dan prajurit dakwah haruslah menjaga loyalitasnya kepada Islam. Hal yang mesti dilakukan adalah menghindari berbantah-bantahan antara mereka. Firman Allah dalam surat Al Anfal ayat 45, Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya kalau pemimpin kamu melakukan kesalahan, maka bersabarlah. Semoga Allah swt akan memberikan kemenangan berkat kesabaran rakyat yang setia kepada pemimpinnya. Selama pemimpin tersebut memiliki aqidah yang benar disertai amal yang shalih.