Sahabat Yang Dipenuhi Cahaya Allah

Sahabat Yang Dipenuhi Cahaya Allah
Ilustrasi foto/Net

ABBAD bin Bisyir r.a. ialah seorang sahabat budiman yang telah dibukakan hatinya oleh Allah Swt. untuk menerima segala kebaikan. Ia datang menghadiri majlis Mushab bin Umair dan mendengarkan dakwahnya, dan diulurkan tangannya mengangkat baiat memeluk Islam. Dan semenjak saat itu mulailah ia menempati kedudukan utama diantara orang Anshar yang diridhai oleh Allah serta mereka ridha kepada Allah Swt.

Dan pada setiap peperangan itu Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dengan cara yang sangat mengagumkan Rasulullah saw. dan Kaum Muslimin selesai menghadapi perang Dzatur Riqa, mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah memilih beberapa orang saahabatnya untuk berkawal secara bergiliran. Diantara mereka terpilih Ammar bin Yasir dan Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok. Karena dilihat oleh Abbad bahwa kawannya Ammar sedang lelah, diusulkannyalah agar Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berkawal.

Abbad melihat bahwa lingkungan sekitarnya aman. Maka ia berpikir untuk mengisi waktunya dengan shalat, hingga pahala yang akan diperoleh akan jadi berlipat. Demikianlah ia bangkit melakukannya, tiba-tiba ia berdiri membaca surat setelah al-Fatihah, sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Maka dicabutnya anak panah itu dan diteruskan shalatnya.

Tidak lama antaranya mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya. Tetapi ia tak hendak menghentikan shalatnya hanya dicabutnya anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan dilanjutkannya bacaan surat. Kemudian dalam gelap malam itu musuh memanahnya lalu untuk ketiga kalinya. Abbad menarik anak panah itu dan mengakhiri bacaan surat. Setelah itu ia ruku dan sujud, sementara tenaganya telah lemah di sebabkan sakit dan lelah.

Lalu ia bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya. Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang tak putus menahan sakit: “Gantikan saya mengawal, karena aku telah kena anak panah.” Ammar terbangun dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan dan takutnya musuh yang menyelinap. Mereka melarikan diri, sedang Ammar berpaling kepada temannya seraya katanya: Subhanallah...! Kenapa saya tidak dibangunkan ketika kamu dipanah yang pertama kali tadi...,"Ujar Abbad: “Ketika saya shalat tadi, aku membaca beberapa ayat al-Quran yang sangat mengharukan hatiku, hingga aku tak ingin untuk memutuskannya. Dan demi Allah, aku tidak akan menyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, sungguh aku lebih suka mati daripada  memutuskan bacaan ayat itu. Abbad sangat mencintai Allah, Rasul dan agamanya sepenuh hati.