Mutiara Hikmah Dalam Silaturahim

Mutiara Hikmah Dalam Silaturahim
ilustrasi foto

JAGALAH hubungan kerabatmu dengan ridha Allah, langkah-langkahmu menuju ke rumah kerabatmu merupakan keberkahan dan derajatmu akan tinggi di sisi Allah bila engkau niat  kaki untuk bersilaturahim. Malaikat rahmatakan selalu mengiringimu dan pahala dan pengampunan dari Allah akan meridhai perjalananmu. Jika engkau mengunjungi bibimu yang sedang sakit, berarti engkau telah menghiburnya dan sebagai tanda keberhasilan dalam mendidikmu.

Hubungan persaudaraan khususnya antara saudara laki-laki dengan saudara perempuan memiliki sentuhan yang sangat unik yaitu sentuhan batin yang sangat lembut serta kesetiaan yang sangat dalam dan semakin hari semakin bertambah subur walaupun berjauhan jarak tempatnya. Allah SWT mewasiatkan kepada hamba-Nya agar selalu menyambung silaturahim, secara fitrah kita bersaudara dan dengan Kitabullah kita diperintahkan bersilaturahim. Allah mengancam dengan siksa dan celaka bagi orang yang memutuskan hubungan silaturahim antar kerabat atau sesama Muslim.

Dari Jubair bin Muthim bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak akan masuk Surga orang yang memutuskan hubungan kerabat.” (Muttafaq alaih)

Menyambung silaturahim dengan paman dan bibi merupakan bagian dari silaturahim, berdasarkan hadis dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Apakah kamu tidak sadar bahwa paman seseorang ialah saudara bapaknya. Saudara perempuan ibu (bibi) memiliki kedudukan seperti ibu.”(Muttafaq alaih)

Wanita ialah makhluk yang lemah dan menjadi kuat karena dengan adanya laki-laki. Pada saat saudara laki-laki berkunjung ke rumah saudara perempuan, maka dia bergembira dan berbahagia dengan kunjungan tersebut. Betapa lezatnyabila makanan yang datang dari saudara, bapak atau paman serta betapa berharganya hadiah yang datang dari saudara dan kerabatnya.

Kunjungan silaturahim akan mendatangkan suasana baru bagi tuan rumah dan kondisi ruangan rumah seakan semakin cerah setelah kedatangan tamu. Kegembiraan yang tak mungkin dunia memberikannya kepadaku dan kebahagiaan seakan aku mampu memeluk bintang kejora. Tidak ada saat yang paling bahagia dalam umurku tatkala kalian memuliakan rumahku dengan kunjungan kalian, bagi seorang bibi khususnya.

Inilah sifat seorang mukmin, setiap apa yang diperintahkan Allah SWT untuk menghubungkan, maka mereka pun menghubungkannya. Menaati secara sempurna dan istiqamah di atas kebenaran dan berjalan di atas manhaj Kitabullah dan sunnah Nabi SAW akan mampu menyelamatkan kita dari penyelewengan dan kesesatan, serta menjaga tali ukhuwah sesama Muslim.