Merindukan Kajian Islam

Merindukan Kajian Islam

               WAJAH yang sudah bertekuk ingin lekas pulang terhalang oleh kegiatan  yang belum di pahami.  Namun aneh, kakak mentor tidak menunjukkan ekspresi marah atau penuh kekesalan karena menemukan salah satu binaannya yang ingin kabur.  Namun senyum yang menyirat diwajahnya.  Sebuah raut kerinduan seorang kakak kepada adiknya. Ketulusan kakak mentor  yang menjadikan mentoring  layak dicintai.  Seseorang yang mau membangun kedekatan lebih secara personal,  menanyakan kabar, mendengarkan curahan hati, menenangkan diri dari segenap emosi para binaannya. 

              Ketulusan ini yang telah menyentuh hatiku dan menggangu jiwaku.  Menghancurkan lapisan keras yang dihasilkan dari kecongkakan hati.  Diri yang ingin menjadi baik, membutuhkan sosok teladan yang bisa memahami diri dan mau memberikan segenap perhatiannya untuk menjadikan diri lebih baik.  Sekarang, dari mana kita dapat bertemu sosok itu jika bukan dari mentoring? Bukankah kita diperintahkan oleh Allah untuk selalu bertaqwa di manapun kita berada (tidak hanya di Masjid saja) sesuai dengan apa yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam At-Taubah ayat 119:

الصَّادِقِينَ مَعَ وَكُونُوا للَّهَ اتَّقُوا آمَنُوا الَّذِينَ يُّهَاأَيَا

”Wahai orang-orang yang beriman, Bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu berada bersama-sama orang-orang yang benar.”

Juga ada sabda dari Rasulullah SAW yang memerintahkan kita untuk menyampaikan walau hanya satu ayat

آيَةً وَلَوْ عَنِّى بَلِّغُوا

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Mentoring telah mengajarkan banyak hal.  Membuatku memahami bahwa  islam bukan hanya soal teori.   Mentoring telah menjadi perantara hidayah Nya.  Jilbab yang masih transparan ditambah lengan yang selalu tersingsing sampai siku tidak mudah berganti jika hanya dengan penyampaian materi  menutup aurat lewat kajian umum. 

Diri membutuhkan penguatan untuk terus menjaga aurat sebaik mungkin, diberikan pemahaman dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti .  Belum lagi kawan seperjuangan yang masih berjuang  untuk menjadi baik, saling menguatkan satu sama lain.

               Mentoring bukan hanya tentang pemberian ilmu hingga kita menjadi tahu.  Namun mentoring melahirkan pemahaman aplikatif untuk ilmu yang diterima hingga untuk melaksanakannya tak lagi tabu. Mentoring telah memberi  arti dalam jiwa ini, bahwa setiap orang berhak untuk menjadi baik dan terus dibina demi menjaga kebaikannya secara terus - menerus. Inilah mentoring itu, lingkaran cinta dimana  awal  dari segalanya bermula.