Menjadi Insan Terbaik

Menjadi Insan Terbaik
ilustrasi foto

SEORANG Muslim memiliki kewajiban untuk memiliki ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satu bentuk takwa ialah selalu mengevaluasi sejauh mana ketakwaan kita dalam kehidupan sehari-hari. Islam selalu rasional dengan mendasarkan syariatnya dengan berpedoman kepada logika dan wahyu dari Allah.

Menurut  Mustain Syafii selaku Mudir Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng kita perlu memahami bahwa orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya dapat dikelompokkan menjadi empat martabat atau derajat. Pertama orang itu Minan Nabiyyin, kelompok para nabi yang berarti mutlak mendapatkan dukungan wahyu dari Allah. Kelompok pertama ini jelas merupakan generasi terbaik yang memahami Islam dengan sempurna. Merekalah peletak dasar ketauhidan dalam setiap zaman disesuaikan kondisi umatnya ketika perintah mengajak menyembah Allah diturunkan.

Peringkat kedua ditempat Was-Siddiqin, orang yang keimanannya totalitas, dasar pemikiran, keimanan itu lebih totalitas dari pada pemikiran yang lain. Manusia dalam kelompok ini memiliki kemampuan mengagumkan yang tidak kalah dashyatnya dibandingkan generasi pertama. Mereka adalah kelompok pemikir seperti para sahabat Rasulullah, para khalifah pasca kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dan pencetus gerakan pembaharuan dalam sejarah Islam. Dalam kehidupan generasi ini ditemukan berbagai pembaharuan pemikiran yang menyesuaikan atau mengadaptasikan disesuaikan pemikiran dan kondisi umat pada zamannya.

Derajat ketiga, As-syuhada dimana kita memahami secara benar bahwa mufasir memberikan makna As-Syuhada sebagai orang yang mati syahid. Mereka meninggal dengan nama yang harum karena memperjuangkan kebenaran agama Islam dengan pengorbanan jiwa. Sehingga kematiannya disaksikan Allah sebagai pertemuan dengan Rabbnya dengan semangat khusnul khatimah. Orang yang berperang di jalan Allah (syuhada) sangat bersemangat sekali untuk mengubah dunia menjadi baik dengan mengorbankan jiwa dan raganya.

Derajat terakhir adalah As-Sholihin yaitu generasi orang-orang sholeh, Kata sholeh itu memang dari lafadz Saluha-Yasluhu, pribadinya bagus, Qoma Bihuquqillah  artinya semuak hak Allah dapat dipenuhinya (misalnya hak untuk disembah). Derajat dan semangat manusia ini di bawah kelompok syuhada dan termasuk kategori level terendah. Tapi perlu dipahami bersama bahwa empat level di atas adalah generasi dan teman yang paling baik dalam hidup Anda. Kita memungkinkan sekali berteman dengan generasi terakhir yaitu orang yang sholeh baik secara individu maupun sosial dalam kehidupannya atau aktivitas hidupnya sehari-hari.