Memahami Hukum Isbal

 Memahami Hukum Isbal

ISBAL menurut bahasa ialah masdar dari asbala, yusbilu, isbaalan, yang bermakna irkhaa-an, yang artinya; menurunkan, melabuhkan atau memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, sebagaimana diungkapkan oleh Imam Ibnul ‘Arabi rahimahullah dan selainnya; memanjangkan, melabuhkan dan menjulurkan pakaian hingga menutupi mata kaki dan menyentuh tanah, baik karena sombong ataupun tidak.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ

Artinya :  Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, bahawa beliau berkata: Apa yang terjulur ke bawah melebihi kedua mata kaki dari pakaian, maka ia berada di neraka.

Mengatakan bahwa orang melakukan Isbal pasti sombong bertentangan dengan pemahaman yang sehat sebagaimana tidak bisa diterima oleh realitas. Hal ini mirip seperti ungkapan; orang yang menangis pasti bersedih padahal realitasnya tidak selalu demikian. Secara realita, ada sebagian orang yang melakukan Isbal tidak karena sombong misalnya orang yang kakinya luka kemudian ditutupi dengan kain panjang, atau memakai kaki palsu, atau kaki cacat dan semisalnya. Secara Nash, Rasulullah Saw sendiri dan Abubakar juga melakukan Isbal. Seandainya Isbal pasti menimbulkan kesombongan, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Abubakar termasuk shahabat-shahabat yang lain dan Tabi’in yang shalih adalah orang-orang yang jauh dari hal tersebut.

Statemen Nabi yang berbunyi :

وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ

Dan janganlah engkau julurkan sarungmu karena itu bagian dari sifat sombong, sesungguhnya Allah tidak menyukai sifat sombong

Maknanya adalah; Umumnya Isbal itu didorong perasaan sombong. Sesuatu yang berlaku secara umum memang secara bahasa boleh diungkapkan secara mutlak untuk menunjukkan keberlakuannya yang terjadi secara merata dan umum. Sebagaimana Alah melaknat dan mencela orang Yahudi yang disebutkan secara umum, hal ini tidak bermakna seluruh keturunan Yahudi dilaknat Alah, karena ada orang-orang tertentu yang dikecualikan dari kondisi umum itu karena mereka berbeda dengan kondisi umum. Hal yang sama ketika Nabi mengatakan bahwa Isbal termasuk kesombongan. Maknanya; umumnya Isbal di zaman beliau adalah dilakukan karena sombong, jadi jangan mengikuti mereka.