Kisah Wanita Pendusta

Kisah Wanita Pendusta

 DICERITAKAN bahwa ada seorang wanita jatuh cinta kepada seorang pemuda, akan tetapi pemuda tersebut tidak menerima cintanya. Akhirnya, ia mengklaim bahwa pemuda itu telah memperkosanya.

Lalu, ia membawa sebutir telur dan membuang yang kuningnya, sedangkan warna putihnya dilumur dibajunya dan sebagian anggota badannya. Ia memegang ujung kain pemuda dan menariknya untuk mendatangi Khalifah Umar bin Al-Khattab.

    Sambil berteriak ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, pemuda ini telah memperkosa saya dan telah mencemarkan nama baik keluarga saya. Ini dia bekasnya”. Ia bilang begitu sambil menunjukan cairan putih kental pada bajunya.

      Maka Umar bertanya kepada sejumlah wanita berkenaan kasus ini. Lalu mereka memeriksa bajunya. Ternyata ada cairan putih padanya. “itu dia bekasnya” kata mereka. Ketika akan dirajam, pemuda itu berteriak, “Wahai Amirul Mukminin. Percayalah kepadaku. Semoga Allah SWT merahmatimu. Aku tidak pernah berbuat zina dengannya bahkan menginginkan pun tidak. Dia justru merayuku namun aku berlindung kepada Allah.”

      Di samping Umar, Ali bin Abi Thalib duduk. “Bagaimana menurut engkau, wahai Abu Hasan?” Tanya Umar. “Sebentar,” jawab Ali. Ali bangun memeriksa dengan detil baju wanita itu. Ali meminta air yang mendidih. Ketika ia menyiramkan air itu kepada cairan pada baju wanita itu, maka cairan putih kental tersebut membeku, lalu Ali mengambil dan menciumnya. “Coba cium,” kata Ali kepada Umar. Maka keduanya tahu bahwa warna putih tersebut adalah putih telur. Kemudian pemuda itu dilepas setelah dengan kecerdasan Ali, ia diketahui tidak berzina.

    Dusta merupakan perbuatan terlarang dan haram, bahkan bisa menjauhkan keimanan. al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah membawakan riwayat al-Baihaqi yang menurut beliau sanadnya shahih, dari Abu Bakar ash-Shidik ra, beliau (Abu Bakar) berkata: :                لْكَذِبُ يُجَانِبُ اْلإِيْمَان
              Dusta akan menjauhkan keimanan. Oleh karena itu, berkata jujur merupakan sebuah hal yang baik, sedangkan dusta akan membuat kemudharatan di dunia maupun di akhirat, maka hindarilah berkata dusta karena akan menjadikannya seperti orang munafik.