Khazanah Islam dan Kebangkitan Umat Islam

 Khazanah Islam dan Kebangkitan Umat  Islam

KHAZANAH Islam yang telah menjadi rujukan umat Islam selama ratusan abad dalam konteks ini ialah al-Quran dan Sunnah. Namun demikian al-Quran dan Sunnah bukan sasaran kritik atau penilaian karena keduanya bersifat normatif dan bukan ajang untuk dipertanyakan. Tetapi, yang dipertanyakan adalah pemahaman sebagian Muslim mengenai kedua sumber tersebut. Bahkan harus selalu dinilai dan dikritik berdasarkan prinsip-prinsip yang bersumber dari kedua sumber pokok Islam tersebut.       

               Selanjutnya relevansi pemahaman manusia tentang wahyu ilahi diberbagai bidang permasalahan umat manusia dewasa ini harus dikritik dari tiga sudut peninjauan, yaitu; Pertama wawasan Islam sejauh yang ditarik lansung dari sumber-sumber wahyu beserta korelasinya dalam sejarah kehidupan Rasulullah saw, para sahabat dan keturunannya. Kedua,  kebutuhan mendasar umat Islam masa kini. Ketiga, semua pengetahuan modern yang diwakili oleh disiplin tersebut.

               Semua permasalahan yang dihadapi umat Islam yang dibaratkan seperti sebuah gunung es, berupa semua perangkat sebab, manifestasi, dialektika dengan fenomena dan akibat dari permasalahan yang dihadapi umat, membutuhkan survei empiris dan analisa kritis. Kearifan yang dikandung setiap disiplin ilmu harus dihadapkan dan dimanfaatkan untuk menanggulangi permasalahan umat Islam agar setiap Muslim dapat memahaminya dengan benar, menilai dengan tepat pada kehidupan umat serta memetakan dengan teliti semua pengaruh yang dapat diberikannya pada tujuan global.

             Para pemikir Islam dipanggil untuk menghadapi masalah-masalah yang dihadapi dunia dewasa ini, dan untuk membuat penyelesaian masalah tersebut sesuai dengan Islam. Masalah-masalah tersebut merupakan suatu wilayah lain bagi rujukan pemikiran, perencanaan dan pelaksanaan nilai Islam sangat penting bagi kesejahteraan, baik umat Islam maupun umat manusia seluruhnya.

               Setelah memahami hal-hal yang disebutkan sebelumnya, tiba saatnya untuk sebuah lompatan kreatif pikiran Islam. Sebuah jalan baru harus dirambah untuk Islam di abad lima belas ini agar dapat merebut kembali kepemimpinannya di dunia. Dan untuk melanjutkan peranannya sebagai penyelamat dan peningkat peradaban manusia. Sintesa kreatif harus dicetuskan di antara ajaran Islam dan disiplin ilmu modern untuk dapat mendobrak kemandegan selama beberapa abad terakhir ini. Ajaran Islam harus berkaitan dengan hasil-hasil ilmu modern, menjaga relevansinya dengan realitas umat Islam. Disamping memberikan penyelesaian tuntas bagi permasalahan dunia, juga memperhatikan permasalahan yang selalu muncul dari masa ke masa dan menjadi harapan kebangkitan Islam.