Islam, Rahmat Untuk Semesta

Islam, Rahmat Untuk Semesta
     ISLAM mengajarkan mengenai ibadah dan akhlak seorang individu

     ISLAM mengajarkan mengenai ibadah dan akhlak seorang individu, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi dan sahabat. Ajaran Islam yang bersifat pribadi tersebut memancar keluar dalam bentuk tindakan-tindakan, kemudian tindakan antar kaum Muslimin saling terkait, menopang, yang kemudian menyatu, maka Islam pun melandasi terbentuknya suatu kolektivitas spiritual (ummah), maka Islam mendorong lahirnya pola-pola ikatan sosial yang intinya .

                Pada surat Ali-Imran ayat 19 yang memiliki arti “Sesungguhnya agama (yang haq) di sisi Allah adalah Islam”, menyatakan bahwa Allah telah meeridhai Islam, menyempurnakan serta melengkapinya untuk kita sebagai petunjuk agar hamba-Nya dapat meraih tujuan hidup yang utama, yaitu beribadah kepada Allah. Lalu pada QS. Al-Maidah ayat 3, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu, agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah kuridhoi Islam itu sebagai agamamu.”

                Al-Quran dan hadist adalah pegangan utama seorang Muslim/Muslimah dalam memahami Islam. Allah telah memberikan jaminan berupa keistiqomahan kepada orang-orang yang mengikuti Al-Quran, sebagaimana disebutkan pada pernyataan Jin di bawah ini:

“Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan setelah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada jalan kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” (QS. Ahqaf: 30) Allah juga menjamin akan memberikan keistiqomahan kepada para pengikut Rasulullah Saw. yang disebutkan dalam Firman-Nya: “Sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syu’ara: 52)

             Seseorang yang hanya memahami Islam hanya dari sudut pandang fikih semata akan menimbulkan ketidakutuhan dalam menilai ajaran Islam, seolah-olah Islam itu hanya berisi hukum-hukum saja. Padahal Islam juga agama yang berbicara tentang sains, teknologi, sejarah, pemikiran, ekonomi, politik, dakwah, teologi, tasawuf, filsafat, pendidikan, serta aspek-aspek lainnya.

               Rukun Islam yang pertama adalah bersyahadat. Bersyahadat merupakan syarat dan pondasi bangunan Islam. Sedang mendirikan sholat adalah ibadah, jalan dan cara untuk mencapai tujuan yaitu untuk menjadi Muslim yang kaffah. Rodhiatan Mardhiah (mencari keridhoan Allah) dalam hubungan vertikal dengan Allah, dan Rahmatan lil ‘alamin dalam hubungan horizontal yaitu mendatangkan rahmat (kebaikan, manfaat, dan faedah) kepada seluruh mahluk di alam semesta.