Dibalik Skenario Peradaban

Dibalik Skenario Peradaban
Ilustrasi foto/Net

DALAM setiap pergantian zaman biasanya diikuti dengan lahirnya tokoh-tokoh besar, yang peran utamanya salah satunya dapat membuat proses reformasi perubahan sosial dalam masyarakat. Menurut Ali Syariati, ada tiga hal yang perlu diamati untuk memahami ketokohan setiap pemimpin dunia.

Pertama, peran sosial dengan sistem kepribadian yang dibangunnya menggambarkan paradigma pandangan dunia yang komprehensif. Ajaran-ajarannya memberikan inspirasi dan motivasi hidup untuk membela nilai-nilai kemanusiaan.   Kedua, peninggalan dari ajarannya sebagai bukti sebuah sejarah peradaban yang merupakan representasi akumulatif dari pribadinya. Ketiga, pendukungnya merupakan hasil dari sistem yang bersumber dari  konsepsi paradigma perubahan sebagai bagian dari buah ajaran yang terpercaya.

Peristiwa yang mengawali kelahiran setiap Nabi, peristiwa tersebut merupakan  bagian dari skenario dan perencanaan Allah, khususnya yang berkenaan dengan kelahiran Nabi Muhammad baik dalam kitab Taurat maupun Injil. Allah berfirman kepada Nabi Isa: Dan ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata, “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah padamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat pemberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku namanya Ahmad.” Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. 61:6).  Seandainya telah terjadi keterputusan proses transformasi pendelegasian tugas kerasulan di bumi, maka sistem keseimbangan alam semesta akan mengalami gangguan. Dan itu pertanda berarti kiamat pasti telah terjadi.

Dalam pandangan para ulama dan ahli kalam, peristiwa kelahiran Nabi Muhammad saw telah tercatat di lauful mahfuz oleh Allah Swt., sejak pertama kali Dia merencanakan penciptaan alam semesta. Mereka mengatakan bahwa ketika alam akan diciptakan, Allah pertama kali menciptakan Nur Muhammad. Dari Nur Muhammad kemudian Allah transformasikan ke alam semesta. Allah menciptakan alam semesta sebagai manifestasi atas kecintaannya kepada Muhammad. Karenanya konsepsi dasar penciptaan alam semesta ini melalui tali cinta kasih Allah kepada Nur Muhammad. Kelahiran Muhammad mengalami dua periode. Periode pertama di alam ghaib (ruh) dan periode kedua di bumi.

Banyak riwayat hadis menyebutkan bahwa semua makhluk mengucapkan shalawat kepada Muhammad saw. Dalam perjalanan Isra dan Miraj, Nabi Muhammad saw. berhenti di Baitul Maqdis melaksanakan shalat dan berjamaah dengan semua nabi dan rasul, beliau sebagai Imam. Pertemuan tersebut diawali dan diakhiri dengan menyampaikan shalawat kepadanya sebagai tanda perhormatan tertinggi yang diberikan Allah kepada Rasulullah saw.  Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kepadanya, dan berilah salam dengan sungguh-sungguh. (QS. 33:56).