Bersegeralah Untuk Menikah

Bersegeralah Untuk Menikah

PERNIKAHAN secara bahasa berarti kumpul dan menyatu. Menurut istilah, dapat berarti Ijab Qobul (akad nikah) yang mengharuskan perhubungan antara sepasang manusia yang diucapkan oleh kata-kata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan, sesuai peraturan yang diwajibkan oleh Islam .

Kata zawaj digunakan dalam Al-Quran artinya pasangan yang dalam penggunaannya pula juga dapat diartikan sebagai pernikahan. Allah SWT menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina.

                 Pernikahan juga bermakna akad untuk menebarkan kebajikan, akad untuk mencetak generasi berkualitas, akad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak-anak, akad untuk membangun peradaban, akad untuk segala yang bernama kebaikan. Islam meletakkan pernikahan sebagai bagian yang utuh dari keberagaman seseorang.

Artinya, dengan beragama Islam seseorang, pada saat yang sama kepadanya dikenakan aturan pernikahan. Rasulullah telah bersabda: “Apabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya maka hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertakwa kepada Allah.” (HR Baihaqi dari Anas bin Malik)

              Maka… sudah semestinya, kita yang mengaku seorang muslimah untuk menyempurnakan separuh agamanya dengan melaksanakan pernikahan. Karena menikah dapat menjaga diri dan memberikan ketentraman.

Seperti firman Allah: “Dan diantara tkita-tkita kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat terdapat tkita-tkita bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Ruum : 21).

               Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu diantara kalian hendaklah melaksanakan pernikahan, karena ia dapat menundukkan pkitangan dan menjaga kemaluan (kehormatan). Barangsiapa tidak mampu hendaklah berpuasa, karena ia menjadi benteng perlindungan. (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i). Menikah merupakan sebuah pilihan saat dimana syahwat tidak lagi bertebaran di jalan-jalan. Menikah ialah sebuah pilihan saat di mana ketakwaan menjadi teluk perhentian. Menikah ialah sebuah pilihan saat di mana cinta pada Allah dan rasul-Nya dititipkan.

Menikah ialah sebuah pilihan saat dimana dua hati berganti peran pada kedewasaan. Menikah ialah sebuah pilihan saat di mana dua jasad menambah kekuatan dakwah peradaban. Menikah ialah sebuah pilihan saat dimana syahadat menjadi saksi utama penerimaan. Menikah ialah sebuah pilihan saat di mana aktivitas dibangun atas dasar ketaatan.

Menikah ialah sebuah pilihan saat dimana perbedaan ciptakan kemesraan. Menikah ialah sebuah pilihan saat di mana istana tahajud dibangun pada pucuk-pucuk malam.