Bersaudara dalam Perbedaan

Bersaudara dalam Perbedaan

            SEMUA makhluk yang diciptakan Allah Swt berbeda-beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah menciptakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.
 
                  Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Allah Swt berfirman : Wahai manusia,sesungguhnya kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian mengenal . Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling Takwa .Allah maha mengetahui lagi maha Mengenal. (QS.Al Hujurat :13)
 
               Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya. Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain?  Mungkinkah mereka akan saling menolong, membantu, atau memperhatikan? Atau mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat terwujud? Begitulah, ternyata taaruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Taaruf yaitu upaya untuk saling mengenal dan mengetahui keadaan secara jelas, baik yang menyangkut kepribadian maupun keadaan keluarga.

              Dengan taaruf kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada diri seseorang. Dampak-dampak Taaruf dalam pergaulan remaja, antara lain : menambah banyaknya teman sehingga memperluas persaudaraan dan adanya suasana riang karena banyak teman. Memahami, merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia sukai dan yang ia benci. Tafahum yaitu upaya untuk saling memahami dan mengetahui secara mendalam keadaan secara jelas, baik yang menyangkut kepribadian maupun keadaan keluarga. Sikap positif tafahum dalam pergaulan remaja, antara lain : saling memahami satu sama lain; saling mengetahui satu sama lain, dan saling bergaul satu sama lain.