Bersama Menapaki Jalan Dakwah

Bersama Menapaki Jalan Dakwah

                 PROSES dakwah telah dilakukan oleh Rasulullah SAW secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun dan secara terang-terangan selama kurang lebih sepuluh tahun ? Subhanallah, begitu hebatnya semangat Beliau.

Meski banyak hinaan, cacian, hingga dilempari kotoran ketika Beliau sedang shalat dan bahkan tak sedikit yang menganggapnya orang gila. Semua perlakuan itu tak membuat Rasulullah lelah dan takut untuk terus berdakwah. Karena semua itu hanyalah ujian yang harus Beliau lewati demi tegaknya kalimat Allah di bumi ini.

               Karena dengan keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan Rasulullah dalam menjalankan perintah Allah, maka saat ini kita sebagai umatnya dapat merasakan indahnya hidup dalam agama yang sempurna, yaitu Islam. Tanpa adanya perjuangan Rasulullah beserta sahabat, hidup kita di dunia ini tentunya pasti akan sia-sia.

              Dan karena semua itulah, mengapa kita harus berada dalam jalan dakwah. Untuk melanjutkan estafet dakwah kepada seluruh masyarakat agar mengikuti petunjuk Allah.

Seperti pesan Rasulullah SAW, “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk Allah, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama seperti jumlah pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun oleh pahala mereka”.(HR. Muslim).

             Subhanallah… indah bukan, ketika kita dapat menetapkan hati untuk berada di jalan dakwah hingga kita dipanggil kembali olehnya.  Dan begitu sangat pentinya dakwah, sehingga merupakan kebutuhan manusia. “kebutuhan manusia kapada syariah (agama) lebih besar deri kebutuhan mereka kepada nafas, apalagi kepada makan dan minum, karena ujung takdir hilangnya nafas adalah matinya badan, sedangkan takdir hilangnya syariat adalah ruaknya ruh dan hati secara bersamaan, dan itu merupakan kehancuran abadi….” (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

             Seperti itulah dakwah, kepentingannya menjadikan sebagai kebutuhan hidup manusia dan melebihi pentingnya manusia untuk bernafas. Dan dengan dakwah pula akan menjadi penghalang turunnya azab Allah SWT. So, ayo sama-sama kita berdakwah dengan cara dan apa pun yang bisa kita lakukan. Karena sesungguhnya jika kita berdakwah, maka Allah SWT akan memuliakan kita.

Sepreti yang dikatakan oleh Abdul Qadir, “… Sesungguhnya keberuntungan orang dari dakwah ini ialah bahwa siapa yang berbuat untuk kepentingan dakwah ini, maka Allah akan memuliakannya.

Tapi siapa yang meninggalkan dakwah, maka sebenarnya ia telah menjauhkan kebaikan dari dirinya. Dan ia tidak akan merugikan dakwah ini sedikitpun”.