Amalan Para Ahli Surga

Amalan Para Ahli Surga
Ilustrasi foto/Net

ALLAH Swt. mempunyai hak pregroratif untuk menentukan umat-Nya yang akan memasuki pintu surga atau neraka. Akan tetapi, kita diharuskan berusaha untuk mengerjakan amalan yang mengantarkan kita ke pintu surga atau jannah. Menjadi penghuni surga adalah impian utama bagi semua orang beriman. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang berlomba untuk beribadah sesuai dengan perintah Allah Swt. agar kelak menjadi penghuni surga.

Surga merupakan tempat yang penuh dengan kenikmatan di akhirat kelak sebagai ganjaran bagi kaum muslimin yang beriman. Beberapa amalan ahli surga akan kami ungkapkan sebagai berikut: Dikisahkan dahulu ada seorang laki-laki yang suka berbaik hati memberikan utang kepada orang lain. Kemudian ia berkata kepada pelayannya, “wahai pelayan ku coba kamu perhatikan, adakah diantara mereka yang sulit membayar hutang? Jika ada, bebaskan saja hutangnya”. Maka kata Rasulullah saw. tentang lelaki ini, pada hari kiamat Allah akan berkata kepadanya, “Aku lebih berhak kepadanya dari engkau, wahai Malaikat bebaskan ia dari api neraka.” (HR. Muslim 1560)

Demikianlah, balasan bagi seseorang yang telah membebaskan saudaranya dari utang, Allah akan bebaskan ia dari azab api neraka yang tak terkira panasnya kelak pada hari kiamat.

Kemudian Rasulullah bersabda tentang amalan yang dicintai Allah Swt.: “aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada beritikaf di masjid Nabawi selama sebulan lamanya”. Siapa yang diantara kita yang pernah itikaf di masjid Nabawi sebulan lamanya? Mungkin tidak ada. Ternyata kita berjalan bersama saudara kita yang kesusahan untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih besar pahalanya dari i’tikaf di Masjid Nabawi. Padahal kata para ulama, i’tikaf yang paling utama di antaranya di masjid Nabawi. Rasulullah saw. bersabda, “Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram.” (HR. Bukhari-Muslim).

Subhanallah! Itu menunjukkan kepada kita bahwa Islam mengajarkan kita agar tidak egois, mengajarkan kepada kita sikap dermawan dan berjiwa sosial serta selalu memperhatikan keadaan saudara kita.

Rasulullah juga bersabda: “…siapa yang menahan marahnya maka Allah akan tutupi auratnya”. Karena amarah seringkali menimbulkan perbuatan dan perkataan yang tidak terkontrol, sehingga menjatuhkan martabat pelakunya. Lalu beliau juga bersabda, “Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bisa menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat”. Seorang raja yang marah kepada bawahannya padahal ia mampu untuk melakukannya, atau seorang ayah yang marah kepada anaknya padahal ia mampu untuk melakukannya, maka Allah akan panggil dia di hari kiamat dan Allah akan pilihkan bagi dia bidadari-bidadari surga yang ia inginkan.